Oleh: Wardian, M.S.I

 

Abstraksi

 

Secara konvensional, ucapan kata talak biasanya diungkapkan secara verbal atau langsung oleh suami terhadap istrinya, sehingga sang istri secara langsung dapat mendengar ungkapan kata cerai dari suaminya. Namun seiring era globalisasi, media komunikasi berupa Hp ternyata dijadikan oleh sebagian kalangan suami yang kecewa terhadap istrinya sebagai media untuk menyatakan cerai meskipun cuma via SMS. Fenomena talak via SMS tersebut memunculkan persoalan hukum tentang keabsahannya dari segi hukum Islam. Apakah dengan mentalak istri via SMS akan jatuh talak secara langsung atau harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar talak tersebut dinyatakan sah? Lantas bagaimana kedudukan hukum talak istri via SMS tersebut dari perspektif Undang-undang Perkawinan di Indonesia? Melalui penulisan makalah ini diharapkan menjadi kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi perkembangan hukum Islam kontemporer sehingga kedudukan hukum talak via SMS tidak menjadi polemik di masyarakat dan ditemukan pemahaman yang proporsional tentang talak via SMS dan sejauhmana hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan di Indonesia mengakomodir persoalan keabsahannya. Dengan metode normatif sosiologis, ditemukan suatu kesimpulan bahwa talak melalui sms dalam perspektif hukum Islam (fiqih) adalah sah karena memiliki kesamaan dengan surat. Sedangkan menurut Undang-undang perkawinan di Indonesia baru dinyatakan sah jika diungkapkan di pengadilan agama.