Artikel dan Jurnal

Kalau persamaannya memang jelas, semuanya termasuk jenjang pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi, di Indonesia dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok  pendidikan akademik dan pendidikan vokasi. Kelompok pendidikan akademik dalam proses pendidikan dan pengajarannya memiliki fokus dalam penguasaan ilmu pengetahuan bagi para lulusannya, sedangkan kelompok pendidikan vokasi lebih menitikberatkan pengajaran dan proses pendidikannya pada persiapan lulusan agar dapat mengaplikasikan keahliannya.

Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan pendidikan akademik dan atau vokasi juga dapat dibedakan berdasarkan jenjang dan program studi yang ditawarkannya  seperti universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi dan akademi komunitas. Masing-masing memiliki pengertian yang hampir mirip, namun masih tetap dapat dilihat sifat khasnya.

Universitas merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi. Jika telah memenuhi syarat, universitas dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Universitas ini menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang sangat luas. Contoh, Universitas Lambung Mangkurat  (UNLAM) Banjarmasin. Universitas ini menyelenggarakan pendidikan yang berbeda-beda rumpun ilmunya. Mulai dari Tehnik Sipil, Hukum, Teknologi Pangan (rumpun ilmu-ilmu pertanian), Akuntansi, Manajemen (rumpun ilmu-ilmu ekonomi) sampai pada Kedokteran.

 

Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu dan jika memenuhi syarat, institut dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Pembedanya adalah ‘sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu’. Jadi lebih terbatas dari pada Universitas yang sangat luas. Jadi hanya pada beberapa rumpun ilmu-ilmu dan atau teknologi saja. Contoh paling gampang misalnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari. Semua jurusan yang ada di IAIN, walaupun terdapat beberapa rumpun ilmu, namun semuanya fokus pada unsur AGAMA ISLAM-nya. Mulai dari Syariah, Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, Ushuluddin, sampai dengan jurusan Ekonomi Islam.

Jadi, Institut lebih fokus dan terbatas bidangnya dari pada universitas.

Sekolah Tinggi merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu dan jika memenuhi syarat, sekolah tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Sekolah tinggi lebih sempit lagi pengertiannya, yaitu hanya pada satu rumpun ilmu pengetahuan saja. Contoh : Sekolah Tinggi Agama Islam AL FALAH BANJARBARU (fokus pada pendidikan rumpun ilmu-ilmu Agama Islam), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (fokus pada pendidikan rumpun ilmu-ilmu pendidikan dan pengajaran), atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (fokus pada pendidikan ilmu-ilmu kesehatan).

Politeknik merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi dan jika memenuhi syarat, politeknik dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Politeknik fokus pada pendidikan vokasi, artinya lebih pada penyiapan alumni untuk langsung menerapkan keahliannya. Keahliannya bisa macam-macam, bisa keahlian di bidang teknologi, bidang ekonomi atau lainnya. Biasanya jenjang yang ada adalah jenjang Diploma.

Salah satu contohnya adalah Politeknik Negeri Banjarmasin. Polteknik ini menyelenggarakan pendidikan hanya pendidikan vokasi saja dan fokus pada teknik sipil, mesin dan elektro.

 

Akademi merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu atau beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu. Akademi lebih sempit dari pada sekolah tinggi ataupun politeknik, karena hanya menjalankan program pendidikan pada satu atau beberapa cabang keilmuan.

Bebeberapa contoh akademi misalnya, akademi kebidanan, akademi keperawatan, atau akademi kepolisian. Akademi-akademi tersebut hanya fokus pada keilmuan yang dipelajari sesuai dengan namanya. Jika Akper (akademi keperawatan), maka fokus pada pendidikan vokasi keperawatan saja, demikian juga akbid (akademi kebidanan) dan akpol (akademi kepolisian).

Info ini diambil dari berbagai sumber (infomahasiswa.com, id.wikipedia.org, staialfalahbjb.ac.id)

Munculnya pondok-pondok pesantren dimuka bumi ini adalah untuk membekali ilmu-ilmu agama bagi santri-santri yang mengikuti pendidikan didalamnya agar memiliki akhlak yang baik. Dalam sejarahnya, pesantren mampu mengejawantah dalam realitas masyarakat dan berhasil menyumbang tatanan nilai dan moral-etik yang kemudian dipegang masyarakat. Besarnya peran pesantren dalam membentuk tatanan budaya masyarakat memosisikannya sebagai basis segala aktivitas. Segala hal yang berkaitan dengan aspek agama, sosial, pendidikan, bahkan ekonomi dan politik bertumpu pada pesantren. Sumbangan pesantren yang begitu besar membuat masyarakat menyerahkan sebagian besar kepercayaannya pada pesantren. Tokoh-tokoh pesantren seperti kiyai, ustazd, santri adalah tumpuan masyarakat atas berbagai masalah keseharian yang dihadapi.

Masyarakat menaruh harapan besar terhadap Pondok Pesantren karena dilihat dari muatan kurikulum yang dimilikinya, Pondok Pesantren memiliki muatan agama dan pendidikan akhlaq yang lebih baik dari sekolah umum lainnya. Salah satu dari motivasi masyarakat menitipkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren adalah agar anaknya disamping memiliki ilmu pengetahuan umum tetapi yang lebih penting lagi adalah agar mereka memiliki pengetahuan agama dan memiliki akhlaq yang baik. Alasan ini merupakan pendorong utama bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Pondok Pesantren.

Sebagai lembaga pendidikan yang kental dengan nuansa relegius tentunya pesantren mempuyai tujuan yang sangat mulia yaitu mencetak insan-insan kamil. Hal ini tidak sekedar cita-cita namun terbukti dengan segala aktivitas yang dikembangkan oleh penyelenggara pesantren baik bersifat moril maupun materil yang ditumpahkan yang bertujuan demi tercapainya spritualitas yang tinggi, diantara aktivitas yang dilakukan ialah penanaman nilai-nilai keimanan dan ketawaan kepada sang Pencipta serta nilai-nilai akhlak dan suri tauladan. Aktivitas yang dikembangkan tersebut senada dengan apa yang diuraikan oleh al-Gazali yang mengatakan bahwa, proses pendidikan haruslah mengarah kepada pendekatan diri kepada Allah Swt. dan kesempurnaan insani, mengarahkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sehingga tujuan pendidikan dirumuskan sebagai pendekatan diri kepada Allah Swt, yaitu untuk membentuk manusia yang shalih, yang mampu melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada Allah Swt. dan kewajiban-kewajibannya kepada manusia sebagai hambaNya.


 

Dalam perjalanan panjang sejarah pertumbuhannya pesantren adalah salah satu sistem pendidikan tertua di bumi pertiwi ini yang telah mengalami berbagai modifikasi seiring pergulatannya dengan kehidupan sosial masyarakat yang melingkupi keberadaannya. Modifikasi yang dilakukan sehubungan dengan tuntutan zaman demi keberlangsungannya. Jika pada awalnya Pesantren hanya membina santrinya dengan membekali dengan ilmu-ilmu agama saja, namun seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut kesetaraan secara legal formal maka sejumlah besar pesantren di Nusantara harus mengadopsi sistem pendidikan kurikulum nasional menjadi bagian dari kurikulumnya dan dengan harapan pula agar santrinya tidak hanya memiliki ilmu agama semata tapi juga menguasai ilmu-ilmu umum lainnya. Namun tidak sedikit pula pesantren yang masih mempertahankan ciri khas tradisionalnya dengan tidak mengadopsi kurikulum nasional.

Dari uraian demi uraian diatas memberi gambaran bahwa barang siapa masuk dan belajar di pondok pesantren keniscayaan baginya memiliki keilmuan agama yang mendalam dan memiliki akhlak yang baik serta dapat memberikan tauladan bagi orang-orang yang ada disekelilingnya. Namun fenomena yang terjadi dewasa ini tidaklah menggambarkan demikian, santri yang sedianya menjadi anak yang patuh dan tunduk kepada gurunya dan apa yang telah menjadi peraturan tata tertib dan sunnah pesantren ternyata tidak demikian adanya, mereka berani menentang bahkan melawan. Tidak hanya itu, mereka bahkan telah melanggar kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh agama yang semestinya tidak mereka lakukan. Hal ini tentunya sudah tidak sesuai lagi dengan identitasnya sebagai santri. Santri kini mulai mengalami perubahan sikap yang tidak selayaknya dilakukan oleh seorang santri. Banyak diantara mereka yang tidak lagi menghormati guru, kerap kali melanggar tata tertib hukum dan sunnah pondok pesantren dan bahkan ada yang melanggar kewajibanya sebagai seorang muslim yang sejatinya wajib dilaksanakan. Sungguh, masalah ini menjadi keresahan para pendidik di pondok pesantren saat ini.

 

 

Diantara kata-kata motivasi yang di terbitkan di halaman media sosial berfungsi untuk menyemangati Anda, agar tetap semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pembuka Pikiran

Saya juga sering, bahkan ini ciri khas Motivasi Islami, bahwa kata-kata motivasi yng diterbitkan sering kali membuka pikiran, dengan cara mengungkap yang tidak terpikirkan, menghancurkan mitos yang terjadi di masyarakat, atau memikirkan kembali pemikiran yang sudah ada.

Kata-kata motivasi maupun artikel pembuka pikiran bertujuan untuk melatih pikiran kita agar lebih kritis, lebih kreatif, dan lebih positif.

Selamat menikmati kata-kata motivasi menyemangat diri dan pembuka pikiran.

INILAH KUMPULAN KATA-KATA MOTIVASINYA:

Kesadaran bahwa Anda belum tahu semuanya akan membuka peluang untuk berkembang. Sebaliknya, merasa sudah tahu semua akan menutup diri dari perbaikan.

===

Jika Anda cendrung ingin berbisnis tanpa modal (uang), maka Anda harus kreatif menciptakan nilai tambah dan menjalankan roda bisnis dengan baik dari aset apa pun yang sdh Anda miliki saat ini. Namun, jangan pernah jadi mental gratisan, karena Anda akan kehilangan peluang untuk berusaha menjadi mampu membeli.

===


 

Arti sukses itu tidak relatif, yaitu meraih apa yang Anda inginkan. Yang relatif adalah kesuksesan di dunia, karena setiap orang memiliki keinginan yang berbeda. Sukses hakiki itu sama bagi setiap orang beriman, yaitu meraih ridla Allah dan mendapatkan syurga-Nya.

===

Masalah adalah sebuah anugrah Dimana kita bisa mendapatkan hikmah dan memberikan inspirasi untuk bertindak.

===

Buang keyakinan bahwa hanya ada satu cara dan  satu-satunya cara yang benar,  yaitu cara yang sedang Anda lakukan saat ini. Ada cara lain yang lebih baik, hanya saja Anda belum mengetahui caranya. Untuk itu Anda harus belajar terus untuk memperbaiki cari Anda bekerja secara terus menerus.

===

Yang diperlukan adalah bagaimana Anda menghadapi rintangan tersebut, apakah Anda mau berusaha mengatasinya atau dijadikan alasan untuk  berhenti atau menyerah.

===

Semua orang akan menghadapi rintangan, termasuk mereka yang sudah sukses saat ini. Bedanya, orang yang sukses mampu mengatasi rintangan itu.

===


 

Dengan pikiran yang positif, dan optimisme yang tinggi, Anda akan siap menghadapi perubahan. Pikiran Anda akan menentukan tindakan Anda. Saat Anda optimis, maka Anda akan bertindak untuk menyongsong perubahan.

===

Anda akan menjadi orang yang tersisihkan jika tidak siap menghadapi perubahan.

===

Kritis itu bukan hanya mampu melihat kesalahan yang tidak terlihat juga mampu melihat kebenaran yang tidak terlihat. Kritis itu bukan hanya mampu menganalisa berita yang ada, tetapi mampu mendeteksi berita-berita yang disembunyikan. Jangan hanya kritis terhadap para pejabat, juga perlu kritis terhadap media, sebab media tidak dijamin benar.

===

Jangan dulu mengatakan “tidak mampu” sebelum Anda berusaha menjadikan diri Anda mampu.

===

Sering kali, kita mengatakan “tidak mungkin” padahal, kita hanya belum mengetahui caranya.

===


 

Saya mengimani bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah Yang Maha Bijaksana, Maha Kuasa, Maha Mengetahui serta berdiri sendiri. Dengan bukti bahwa alam semesta ini begitu indah, akurat dan serasi. Setiap bagiannya membutuhkan bagian yang lain. Tidak mungkin alam ini bisa bertahan tanpa pengendalian dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa. Maka, tidak ada yang perlu kita takutkan, jika kita bersama Allah. Harapan itu selalu ada.

===

Kenapa mengeluh karena sulit? Dalam hidup ini, kita akan menghadapi kesulitan. Semua orang menghadapinya. Disiplin, sabar, tekun, dan komitmen memang sulit, tetapi itu semua diperlukan untuk hidup yang lebih baik. Jangan mengeluh sulit, tetapi tingkatkan kualitas diri Anda agar sanggup melakukannya.

===

Seringkali orang tidak menemukan solusi karena pikirannya tertutup terhadap solusi baru. Berpikir terbuka, tetap kritis, dan berpikir positif.

===

Teruslah mencari ide untuk Anda aplikasikan. Sebab masih ada ide-ide hebat yang belum Anda temukan. Satu diantara ide-ide itu, mungkin akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, lebih sukses, dan lebih hebat. Inspirasi ada dimana-mana.

===

Jangan ragu untuk menyenangkan orang, karena Anda akan senang. Jangan ragu untuk memberi semangat kepada orang lain, karena Anda akan semangat juga. Jangan ragu untuk mendoakan keberhasilan orang lain, karena Anda akan mendapatkannya juga.

===


 

Sukses hanya bagi orang yang tetap semangat meski halangan dan rintangan di depan mata.

===

Saat Anda melakukan sesuatu dan gagal, Anda mendapatkan hikmah. Jika tidak melakukan apa2 artinya Anda kalah oleh rasa takut.

===

Potensi Anda itu luar biasa besar. Tidak perlu bertanya sejauh mana potensi manusia, tetapi tanyakan sejauh mana Anda berusaha mengoptimalkan potensi diri yang dahsyat itu. Potensi kita adalah  nikmat dari Allah yang harus kita syukuri.

===

Bismillah, mari kita awali hari dengan penuh harap bahwa Allah akan  memberikan yang terbaik bagi kita.

===

Ambillah hikmah dari masa lalu. Tataplah masa depan dengan penuh optimis karena Allah akan membantu kita.

===

Banyak orang yang tidak bertindak karena takut gagal, padahal tidak bertindak adalah kegagalan yang jelas sudah terjadi.

===


 

Kesempurnaan hanya milik Allah. Kita tidak perlu menjadi sempurna karena memang tidak bisa. Lakukan saja yang terbaik!

===

Salah satu cara menggali potensi kita, tantanglah diri untuk melakukan yang luar biasa!

===

Jangan pernah merasa putus asa. Jangan katakan, “Mau apa lagi?” Masih banyak ide menunggu Untuk Anda gali dan aplikasikan. Kreatiflah!

===

Salah satu karakter orang malas, dia akan cari alasan agar tidak memiliki impian yang tinggi, sebab dalam pikiran bawah sadarnya dia tahu harus bekerja keras dalam meraih impian.

Miliki impian yang tinggi, pantaskan diri untuk meraihnya, kondisikan linkungan agar kondusif, tawakal dan sabar menerima hasilnya. Ini akan mengubah kualitas diri Anda.

===

Miliki impian yang tinggi, sebab impian akan membangkitkan motivasi Anda untuk bertindak.

===


 

Anggapan orang lain terhadap diri Anda bukanlah kenyataan diri Anda sebenarnya. Jangan rendah diri karena anggapan negatif, janganlah sombong karena pujian. Tetaplah percaya diri bahwa Anda memiliki potensi dahsyat dan berusaha untuk mengoptimalkan potensi Anda.

===

Saat hasil tidak sesuai yang kita harapkan, artinya ada hal yang harus diperbaiki pada diri Anda. Bukan menyalahkan orang lain.

===

Jika kita hanya melakukan yang bisa saja, maka kita hanya melakukan yg biasa saja, dan kita akan mendapatkan yang biasa saja. Cobalah melakukan sesuatu yang di luar Zona Nyaman Anda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda. Jangan katakan “tidak bisa”, lebih baik belajar cara melakukannya dan lakukan. Maka Anda akan “bisa”.

===

Lingkungan memang bisa mempengaruhi Anda, namun yang lebih menentukan adalah sikap Anda sendiri.

===

Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini, seolah tidak ada solusi lagi adalah ujian bagi kita. Sejauh mana Anda yakin akan kebesaran Allah, bahwa solusi itu ada, bahwa harapan itu masih ada. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat“. (QS Al Hijr:56)

===


 

Masalah akan terasa kecil saat sadar bahwa kita bersama Allah Yang Maha Besar. Lalu, kenapa masalah terasa besar? Mungkin kau masih jauh dari Allah. Maka, mendekatlah kepada-Nya sehingga tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.

===

Allah selalu disisimu Insya Allah ada jalan Jangan menyerah Tak ada yang perlu ditakuti kecuali takut kepada Allah.

===

Ilmu itu bukan sebatas apa yang ada di kepala Anda. Jika Anda melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran Anda, jangan protes dulu, pelajari dulu ilmunya. Berbicaralah/bertindaklah dengan ilmu, bukan dengan jawa nafsu.

===

Akan lebih bijak jika kita mengatakan “tergantung mana yang baik dan benar”, BUKAN “tergantung diri kita masing-masing”, karena belum tentu baik dan benar. Satu kriteria penilai kebaikan dan kebenaran adalah ajaran Islam: Al Quran dan hadits.

===

Saat kondisi tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka yang diperlukan adalah berjuang untuk memperbaikinya. Dan, bersabar dalam perjuangan itu. Bukan mengeluh, karena tidak akan pernah memperbaiki keadaan.

===

Semua kata-kata motivasi ini adalah tulisan Rahmat (motivasi-islami.com)

Subkategori