CATATAN PENTING :

Tulisan ini hanya untuk memotivasi..!!!

Bukan bermaksud memberi ide atau saran agar tidak berusaha maksimal belajar / menuntut ilmu di jalur formal pendidikan.

 

Orang yang lebih tua selalu memberitahu kita untuk belajar yang rajin supaya nanti setelah besar dianggap “LAYAK” di masyarakat, bisa kerja kantoran dan jabatan yang bagus.   Namun bila kenyataan yang kita hadapi ternyata berbalik. Bukannya dapat nilai bagus tapi selalu jadi posisi juru kunci.  Ayo sadar! Jangan berfikiran negatif dulu, sebenarnya rangking 1 atau rangking terakhir, tidak ada bedanya

 

Hadapi kenyataan, daripada mengurung diri di kamar atau tempat menyepi seharian, lebih baik kehidupan kuliah diisi dengan beberapa kegiatan untuk mencari pengalaman hidup yang lebih banyak !

 

“no matter what anybody tells you, words and ideas can change the world”

 

"Remedial" juga merupakan sebuah pengalaman, bergadang lalu berdoa terus-terusan tapi tetap tidak bisa dapat nilai 90 adalah pengalaman yang sangat penting dalam hidup, kalau boleh jujur "Pengalaman Buruk" ini akan membuat jadi lebih dewasa, bisa membantu bertahan di masyarakat walaupun sendirian saat tidak ada teman, juga bisa berhati-hati kalau bertemu dengan penipu, tetap berlaku jujur, bahkan pada orang yang tidak disukai.

 

Jaman dulu, tempat untuk belajar sangatlah sedikit, masyarakat juga masih belum terlalu maju, sehingga nilai di sekolah saat itu menjadi sangat penting. Tetapi di dunia masyarakat kita yang sekarang sangat maju ini, banyak tempat untuk belajar, nilai bukan lagi tolak ukur yang terlalu penting (tapi kalau bisa dapat nilai bagus, pasti jauh lebih baik).

 

Dulu untuk mencari bahan belajar, harus pergi ke sekolah.  Karena hanya di sekolah ada perpustakaan untuk membaca, tapi sekarang kita punya Google, jadi tinggal koneksi ke internet, langsung bisa menemukan informasi apapun.

 

Saat kuliah, nilai memang yang utama. Tetapi kalau sudah keluar ke masyarakat, jangan lupa bila pengalaman juga menjadi nilai penting.

 

Walaupun saat melamar kerja dengan gelar sarjana, tapi saat sudah bekerja tidak ada lagi yang akan bertanya berapa nilai IPK saat kuliah, karena semua orang akan memperhatikan kelakuan, pengalaman kerja, ide, dan apakah kita termasuk orang yang bisa diajak bekerja sama, dan ini semua tidak akan didapatkan kalau cuma belajar dalam kelas.

 

Winston Churchill pernah berkata, "Rahasia sukses adalah, setelah melewati kegagalan yang terus-menerus, semangatmu tidak pernah padam"

 

Para peneliti, pengusaha, dan penasihat sekarang menyatakan bahwa prestasi yang baik akan membawa ke pekerjaan yang baik, tetapi ada juga beberapa tokoh seperti Bill Gates, Steve Jobs, dan pengusaha Richard Branson yang berani menantang semua pendapat ini.  Memang saat sekolah dulu prestasi mereka tidak terlalu baik.... (sekali lagi ini hanya memotivasi agar tetap semangat menuntut ilmu walaupun belum berprestasi)

 

“It impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not live at all”

 

Penulis terkenal, JK Rowling pernah berkata, "Hidupmu tidak mungkin tidak pernah mengalami kegagalan, kecuali kamu sangat berhati-hati untuk melewati hidupmu, tetapi itu juga berarti kamu tidak hidup."

 

Dulu ada penelitian bahwa, murid yang baik atau berprestasi baik, tidak akan lebih berhasil daripada murid yang nilainya jelek, karena kalau dari kecil selalu mendapat prestasi yang baik, maka dia tidak mau dan takut akan kegagalan, dia akan melakukan sesuatu yang sudah pasti tidak akan gagal (terakhir hanyalah bekerja di kantor). Tetapi untuk pengusaha, semua orang pasti tau usaha adalah sesuatu yang PASTI akan pernah gagal, yang paling penting adalah setelah gagal tidak mendengarkan bisikan negative orang-orang, dan mencoba lagi, terus belajar untuk sukses.

 

Kalau dilihat sekeliling kita, ada orang yang sukses, mereka adalah orang-orang yang pernah gagal tapi tidak takut akan kegagalan, mereka akan terus mencoba sampai mereka sukses dan berhasil. Kalau takut gagal, maka tidak akan pernah sukses.

 

Kalau pikiran kita penuh dengan ide-ide dan ramah pada semua orang, untuk merubah dunia ini tidak harus mengandalkan prestasi.

 

Orang-orang yang sukses sejak muda sudah tahu, walaupun masyarakat punya penilaian yang tinggi  terhadap nilai bagus, tetapi mereka mengerti bahwa nilai dan prestasi bukanlah segalanya. Meskipun ada yang merasa pernyataan ini agak aneh, tapi yang penting adalah, apakah kita berani dan tetap optimis untuk tetap kuliah dan menuntut ilmu walaupun masih tertinggal dalam hal nilai dan prestasi.

 

Sukses adalah sebuah target, bagaimana kita dengan berani memantapkan semangat, memastikan apa yang akan dilakukan.

 

Walaupun kita memiliki prestasi tertinggi satu lingkup pendidikan, belum tentu kita tahu bagaimana menyikapi orang yang “menusuk” dari belakang. Rata-rata orang yang sukses tidak akan mendapatkan prestasi yang tinggi, karena disaat mereka sedang sibuk mengembangkan ide mereka, mereka tidak sempat mencoba ide orang lain.  Kalau kita bisa mengeluarkan ide sendiri, untuk apa buang waktu meneliti ide orang lain ? (Bagaimana bisa masuk akal ?)

 

Albert Einstein pernah bilang, "Imajinasi itu lebih penting daripada ilmu pengetahuan.  Ilmu pengetahuan itu terbatas. Imajinasi mencakup dunia "

 

Kalau sekarang tidak mendapat nilai tinggi saat ujian, jangan berkecil hati ! bahkan bila harus mengulang, jangan berfikir terlalu banyak ! Lakukan tanpa mengeluh dan tidak harus mencari nilai terbaik.  Kesempatan di luar juga masih sangat banyak, kesuksesan benar-benar bukan hanya dari prestasi, tetapi berasal dari bagaimana seseorang menyikapi tugasnya dan pekerjaannya.

 

Kesimpulannya adalah : Kesuksesan bukan dilihat dari nilai tugas yang bagus atau tidak, kesuksesan yang sebenarnya adalah berani mencoba, juga bisa berteman dengan "kegagalan".  Kalau sudah bisa menyikapi positif, kita akan semakin kuat mentalnya, tidak takut lagi untuk berjuang dalam persaingan.

diambil dari beberapa sumber : cerpen.co.id dan lainnya